Jumat, 27 Desember 2024
Kehebatan Menulis & Membaca Ulama.
Keheningan Yang Berbicara Mengapa Kita Perlu Menulis?
Selasa, 24 Desember 2024
Kami & Amal Jama'i
إِنَّ
ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلَّذِينَ يُقَٰتِلُونَ فِى سَبِيلِهِۦ صَفًّا كَأَنَّهُم
بُنْيَٰنٌ مَّرْصُوصٌ
"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berjuang di jalan-Nya dengan berbaris bagaikan bangunan yang kokoh."
(QS.As-Shaff: 61:4)
Ini tentang pujian dan cinta Allah. Barisan yang rapi dam mantap, hingga musuh tak mampu menembusnya. Yakni mereka saling berdempetan sampai seperti satu tubuh, saling mengikat, meski terkadang jarak berjauhan.
Ini mereka lakukan karena kesungguhan mereka dalam menjalankan perintah Allah. Demikian dijelaskan mufassirin.
Apalah arti bata cantik berwarna merah lagi kuat, namun ia sendiri-sendiri. Lemah dan rapuh. Seandainya ada yang menata bata-bata itu menjadi sebuah tembok/bangunan, ada yang diletakkan di atas, di bawah, di kanan kiri, lalu direkat satu sama lain dengan semen pasir.
Senin, 23 Desember 2024
Renungan Kemenangan Dakwah PKS
Jika The Winner Saja Butuh Istighfar
Ayah dan sang anak, yang keduanya Nabi Allah itu, telah menuntaskan pekerjaan agung yang menjadi pusat ritual peribadatan yang sangat panjang. Membangun pondasi rumah Allah (Ka'bah) yang tak henti dikunjungi ummat Islam sedunia, tak henti berputar² mengelilinginya. Alih² merayakan kemenangan.Bahkan mereka tersungkur merendahkan diri memohon agar amalnya diterima, dan memohon ampunan. Adab mereka ini lalu Allah ajarkan kepada kekasihnya Rasulullah, untuk disampaikan kepada ummat Islam, termasuk para pejuang Islam.
Jumat, 20 Desember 2024
Keteladanan Dalam Visi dan Optimisme Rasulullah.
Kamis, 17 Oktober 2024
Presiden dan Orang Orang Dekatnya
Korespondensi Nabi Muhammad SAW dengan Penguasa-Penguasa Di Sekitar Jazirah Arab
Korespondensi Nabi Muhammad SAW dengan penguasa-penguasa di sekitar Jazirah Arab merupakan bagian dari dakwah beliau yang bertujuan untuk menyebarkan Islam ke luar wilayah Arab. Pada masa Nabi, sekitar tahun 6-7 Hijriah (627-629 M), beliau mengirim surat-surat kepada sejumlah raja, kaisar, dan penguasa yang berkuasa di wilayah-wilayah sekitar Jazirah Arab.
Surat-surat ini disampaikan oleh utusan-utusan Nabi, yang mengajak para penguasa tersebut untuk menerima Islam. Berikut adalah beberapa penguasa yang menerima surat dari Nabi Muhammad SAW:
1. Kaisar Heraclius (Byzantium)
Nabi mengirim surat kepada Kaisar Heraclius, penguasa Kekaisaran Bizantium, yang pada saat itu merupakan salah satu kekaisaran terbesar di dunia. Surat ini dikirim melalui utusan Dihyah bin Khalifah al-Kalbi. Heraclius tidak memeluk Islam, tetapi menunjukkan sikap hormat terhadap Nabi dan ajarannya.
Sabtu, 28 September 2024
Penghalang Hidayah (Pelajaran dari Wafatnya Abu Thalib)
Allah Ta'ala Berfirman :
Tafsir Ibnu Katsir, ayat QS. Al-Hasyr: 14
"Kamu kira mereka itu bersatu, padahal hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena mereka adalah kaum yang tidak mengerti,"
Minggu, 18 Agustus 2024
𝗞𝗢𝗡𝗧𝗥𝗢𝗩𝗘𝗥𝗦𝗜 𝗚𝗘𝗥𝗔𝗞𝗔𝗡 𝗔𝗡𝗧𝗜 𝗛𝗔𝗕𝗔𝗜𝗕 𝗕𝗔’𝗔𝗟𝗔𝗪𝗜
Apakah PKS sudah berubah?
Sabtu, 03 Agustus 2024
THE TIME HAS GONE SO FAST
Sabtu, 06 Juli 2024
Ketika Hewan Kurban mau dipotong
"Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya." Q.S. Al-Hajj: 37.
"Aisyah menuturkan dari Rasulullah shallallâhu 'alaihi wasallam bahwa beliau bersabda, "Tidak ada suatu amalan yang dikerjakan anak Adam (manusia) pada hari raya Idul Adha yang lebih dicintai oleh Allah dari menyembelih hewan. Karena hewan itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kuku kakinya. Darah hewan itu akan sampai di sisi Allah sebelum menetes ke tanah. Karenanya, lapangkanlah jiwamu untuk melakukannya." (Hadits riwayat al-Tirmidzi: 1413 dan Ibn Majah: 3117).
*6 Kisah Teladan Utsman bin Affan Sebagai Sosok Ideal*
Berikut beberapa sifatnya yang bisa kita jadikan teladan saat bergaul dengan masyarakat:
1. Utsman bin Affan Adalah Sosok yang Dermawan
Kisah abadi Utsman bin Affan mewakafkan sumur adalah bukti sifat kedermawanannya pada harta. Jika dikonversi ke dalam rupiah, nilai kekayaannya mencapai Rp 2.532.942.750.000. Akan tetapi, ia sama sekali tidak menimbun, melainkan Utsman senang menggunakan hartanya untuk sedekah, zakat, atau wakaf yang manfaatnya berkepanjangan untuk dunia dan akhirat.
Di dunia, banyak masyarakat Madinah yang merasa tertolong dan berdaya dengan adanya sumur Raumah.
Pada saat Nabi Muhammad dan masyarakat Madinah kesulitan mencari air, Rasulullah bersabda:
"Wahai sahabatku, siapa saja diantara kalian yang menyumbangkan hartanya untuk dapat membebaskan sumur itu, lalu menyumbangkannya untuk umat, maka ia akan mendapatkan surgaNya Allah Ta'ala" (HR. Muslim).
Awalnya, Utsman membeli Sumur Raumah dari Yahudi agar Rasulullah dan masyarakat Madinah bisa minum di tengah panceklik. Bermula dari Utsman membeli setengah air, hingga akhirnya membeli sepenuhnya setelah kesepakatan yang lain dengan pemilik sumur.
Sampai sekarang, wakaf sumur dari Utsman hadir dengan kokoh selama 14 abad sebagai devisa negara Saudi.
2. Menjaga Akidah dengan Menghafal Al Quran
Sikap inspiratif dari Utsman bin Affan selanjutnya adalah teguh akidah. Selain pandai berfikir strategis, Utsman juga seorang penghafal Al Quran. Hasratnya dalam mengafal Al Quran membuat Ali berdecak kagum. Di sisi lain, ia mempraktekkan agama dan kehidupan secara berdampingan.
Selain menjalani kehidupan sebagai penghafal Al Quran, ia memiliki kisah istimewa saat percaya terhadap Islam. Sahabat perlu tahu kalau Utsman bin Affan termasuk ke dalam golongan Assabiqunal Awwalun atau orang-orang pertama yang memeluk Islam.
Setelah mendengar Utsman masuk Islam, pamannya yakni Al-Hakam bin Abil Ash sangat marah hingga mencambuknya berkali-kali agar kembali kepada agama nenek moyangnya.
Utsman tidak gentar. Ia tetap teguh pada akidahnya hingga menjawab,
"Demi Allah aku tidak mengganti keyakinanku, aku tidak akan meninggalkan agama yang diajarkan Rasulullah, apa pun yang terjadi pada diriku."
Karena keteguhannya, pamannya pun menyadari Utsman tidak mungkin kembali ke agama nenek moyang. Maka dari itu, ia melepaskan Utsman bin Affan dari siksaan.
3. Disegani Rasulullah dan Malaikat
Utsman adalah sosok yang selalu memprioritaskan urusan orang lain, baru kemudian urusan pribadi.
Suatu hari, Abu Bakar bertamu ke Rasulullah. Saat itu, Rasulullah menyambutnya dengan salam. Posisi beliau sedang santai di atas tempat tidur, lalu duduk, kemudian bagian gamisnya sedikit terangkat, sehingga menampakkan sebagian betisnya.
Usai Abu Bakar pulang, giliran Umar bin Khattab datang bertamu. Sikap duduk Rasulullah masih sama saat berbincang dengan Abu Bakar.
Setelah Umar selesai dengan urusannya, giliran Utsman yang ingin bertemu Rasulullah. Sontak, beliau mengubah posisi duduknya yang tadinya betisnya tersingkap, menjadi tertutup.
Sesaat setelah Utsman pulang, Aisyah yang memerhatikan gerak gerik Rasulullah bertanya,
"Wahai Rasulullah, kenapa engkau tidak bersiap begitu bagi kedatangan ayahku (Abu Bakar) dan Umar?"
Rasulullah menjawab bahwa Utsman adalah sosok yang pemalu. Ia memiliki karakter apabila urusan orang lain, termasuk Rasulullah, belum selesai, maka ia akan buru-buru pulang, padahal keperluan Utsman sendiri belum kelar. Sikap pemalunya disegani oleh malaikat,
4. Utsman bin Affan Berjiwa Sosial Tinggi
🍀 Rasulullah mengenal Usman bin Affan sebagai sosok yang berjiwa sosial tinggi. Utsman akan gelisah bila ia mengetahui orang yang kesulitan, namun ia tidak dapat membantu. Seperti saat umat Islam di Madinah dilanda krisis ekonomi, sehingga sulit menghadapi Perang Tabuk karena minim armada.
Utsman adalah sosok yang tidak akan meninggalkan Sahabat sendirian saat kesulitan. Ia pun menyumbang 300 ekor unta dan 1000 dinar dari kantong pribadinya untuk Perang Tabuk. Rasulullah SAW yang menerima bantuan tersenyum seraya mendoakan Utsman agar dosa-dosanya, baik yang dirahasiakan maupun dosa yang ia nyatakan diampuni oleh Allah.
"Semoga Allah mengampuni dosa-dosamu, wahai Ustman. Dosa yang kamu rahasiakan maupun dosa yang kamu nyatakan" (HR Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannaf)
5. Solutif, Membukukan Ayat Al Quran Jadi Mushaf
🍀 Utsman bin Affan bersama para penghafal Al Quran seperti Abu Darda dan Zaid bin Tsabit menghimpun lembaran Al Quran menjadi mushaf. Sebelumnya, pengumpulan dan penulisan ulang ayat Al Quran sudah dilakukan sejak masa khalifah Abu Bakar. Hanya saja, saat itu lembarannya masih terpisah satu sama lain.
Ide brilian untuk menyatukan lembaran ayat muncul pada masa khalifah Utsman. Lalu, ia mengambil lembaran yang disimpan di rumah Hafsah binti Umar untuk dibukukan.
🍀 Utsman bergegas membentuk panitia untuk mengemban tugas besar ini dengan memilih Zaid bin Tsabit sebagai ketua. Dalam prosesnya, lembaran ayat disalin untuk disusun menjadi bentuk mushaf. Setelah selesai, Usman mengembalikan lembaran Al Quran pada Hafsah. Mushaf pertama ia simpan di Madinah, empat buah lainnya dikirim ke Mekkah, Syria, Basrah, dan Kuffah untuk dicetak lebih banyak.
6. Berprinsip Hidup Sederhana
🍀 Utsman bin Affan adalah saudagar kain kaya raya yang memiliki sifat sederhana. Ia adalah salah satu orang terkaya di antara orang-orang Quraisy. Kendati demikian, jiwanya tetap sederhana dan suka berdonasi untuk membantu orang-orang yang kesulitan hingga mereka mampu berdiri di atas kaki sendiri.
Itulah kisah Usman bin Affan yang dapat kita tiru sebagai sosok yang ideal. Semoga kita dapat meneladaninya.
Reshared by Kustiyadi
Sabtu, 29 Juni 2024
Luka Tarbiyah
Minggu, 23 Juni 2024
Ketika Imam Malik dan Imam Syafi’i beda pendapat tentang Rezeki
Sabtu, 22 Juni 2024
Penggunaan kata “wathan” di dunia Islam
Senin, 17 Juni 2024
Menjadi Burung Buta dan Lumpuh
Kamis, 13 Juni 2024
Meningkatkan Semangat Berkurban
Beberapa kata-kata motivasi untuk
meningkatkan semangat berkurban di Hari Raya Idul Adha:
1. "Berbagi adalah
bentuk cinta tertinggi. Dengan berkurban, kita berbagi kebahagiaan dengan
sesama."
2. "Kurban adalah wujud
ketakwaan kita kepada Allah SWT. Semakin ikhlas kita berkurban, semakin dekat
kita kepada-Nya."
3. "Semangat berkurban
bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga menyembelih sifat egois dan
menggantinya dengan rasa peduli."
4. "Dengan berkurban, kita meneladani keteguhan iman Nabi Ibrahim dan keikhlasan Nabi Ismail. Semoga kita dapat mengambil hikmah dari kisah mereka."
Rabu, 05 Juni 2024
Keteladanan Umar bin Khattab dan Sifat-sifat Mulianya sebagai Khalifah
Selasa, 04 Juni 2024
Keutamaan Berusaha Dan Punya Penghasilan
Meminta-minta dianggap sebagai tindakan yang merendahkan harga diri seseorang. Islam mengajarkan umatnya untuk bekerja keras dan berusaha dalam memenuhi kebutuhan hidup.
- Menghindari Ketergantungan:
Dengan meminta-minta, seseorang menjadi tergantung pada orang lain. Islam mengajarkan umatnya untuk mandiri dan berusaha sendiri.
- Hadis Nabi:
Rasulullah SAW bersabda, "Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah" (HR. Bukhari dan Muslim), yang artinya orang yang memberi lebih baik daripada yang meminta.
Senin, 03 Juni 2024
Meneladani Abu Bakar ash-Shiddiq Radhiallahu ‘Anhu
Berlari kah ..... atau Cukup Berjalan ?
"Wahai orang yang beriman, apabila kalian diseru untuk menunaikan sholat Jum'at, maka BERLARILAH kalian untuk MENGINGAT Allah dan tinggalkanlah jual beli."
(QS. Al-Jum'ah : 9)
Minggu, 02 Juni 2024
Edukasi dalam Penguatan Tauhid
Laa ilaha illaha wahdahu laa syarikalah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qodir.
(Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian, dan Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatunya.)
Yang "Nongki" Di Jalan Dakwah
"Selagi konsisten membina, insya Allah, kita tidak pernah menganggur di jalan dakwah ini. Kalau tidak mau membina, terus kita mau ngapain?" demikian kata Ustadz Cholid Mahmud ~Allahuyarham, suatu ketika.
Minggu, 26 Mei 2024
Peran Manusia
1. Makna Pemuliaan Manusia
2. Fenomena pemuliaan manusia dan dalinya dari Al-Qur'an dan
Sunnah
1. Makna Pemuliaan
Manusia:
Pemuliaan manusia mengacu pada penghormatan, pengakuan, dan penghargaan terhadap martabat dan nilai manusia sebagai makhluk yang mulia dan berharga. Dalam pandangan Islam, manusia dianggap sebagai ciptaan Allah yang istimewa dan memiliki kedudukan tinggi di antara makhluk lainnya. Hal ini terkait dengan beberapa aspek utama:
Pentingnya Pembinaan
Semua sepakat tentang hal itu dan sepakat jg untuk itu menjadi agenda utama.
Kamis, 23 Mei 2024
Hukum Taklif
Hukum taklif adalah konsep dalam hukum Islam yang merujuk
pada kewajiban syariat yang dikenakan kepada mukallaf (orang yang dibebani
tanggung jawab hukum). Istilah "taklif" sendiri berasal dari kata
"kallafa," yang berarti membebani atau mengharuskan. Berikut adalah
beberapa aspek penting dalam memahami hukum taklif:
1. Mukallaf (Orang
yang Dibebani):
- Baligh: Seseorang yang telah mencapai usia pubertas.
- Aql (Berakal): Seseorang yang memiliki akal sehat.
- Islam: Seseorang yang beragama Islam.