Rabu, 09 November 2016

Faham Finhashiah


(Oleh: Abu Khalid Al-Fatih) 

Dahulu, di zaman Nabi Muhammad, ada seorang lelaki bernama Finhash (فِنْحَاصٌ ). Orang ini adalah salah satu tokoh intelektual kaum Yahudi yang didengarkan ucapannya dan menjadi panutan. 
Suatu hari, Abu Bakar menasehatinya agar masuk Islam, namun secara kurang ajar dia merespon dengan kata-kata yang ringkasnya kira-kira seperti ini: 
“Hai Abu Bakar, tuhanmu itu dalam Al-Qur’an itu ‘kan bilang mau pinjam uang kepada orang-orang beriman. Kalau dia pinjam uang, berarti dia miskin dong” 

Kamis, 20 Oktober 2016

Al-Madzahib al-Islamiyah : Mengenal Ahlus Sunnah wal Jamaah




I. Mengenal Ahlus Sunnah wal Jamaah

Madzhab ini sering juga disebut thaifah manshurah (kelompok yang ditolong), firqah an-najiyah (golongan yang selamat), sawadul a’zham (kelompok yang besar), salafiyah (umat terdahulu) dan istilah inilah yang dimustahabkan oleh Imam Ibnu Taimiyah. Pengikut Ahlus Sunnah disebut sunni.

Definisi:
Tidak ada satu pun ayat dan hadits yang menyebut nama Ahlus Sunnah wal Jamaah secara langsung. Istilah tersebut merupakan racikan dari beberapa hadits. As-Sunnah adalah thariqah (jalan) yang ditempuh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam , sahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga Hari Kiamat.

Minggu, 16 Oktober 2016

Tadabbur Al-Quran Surat Al-Qiyamah Ayat 37-40: Kebangkitan Setelah Kematian



Salah satu hal yang wajib kita imani adalah adanya kebangkitan setelah kematian. Orang-orang kafir tak kunjung beriman soal kebangkitan itu. Pola pikir mereka, “apakah mungkin setelah tubuh manusia ditanam dalam perut bumi manusia akan dikembalikan?”

Bagaimana manusia diciptakan dan bagaimana pula manusia kelak dibangkitkan? Mari kita tadabburi firman Allah SWT berikut ini:

Allah SWT menegaskan:

Rabu, 12 Oktober 2016

Makanatul Qur’an (Kedudukan Al-Qur’an)





Dari sebagian nama-nama Al-Qur’an yang telah kita ketahui di madah sebelumnya (lihat disini), tergambarlah kepada kita makanatul qur’an (kedudukan Al-Qur’an) sebagai pedoman hidup manusia yang begitu lengkap.

Pertama, 
Al-Qur’an adalah kitabun naba-i wal akhbar (kitab berisi berita dan kabar).

Di dalam al-Qur’an terdapat berita-berita tentang kejadian masa lalu maupun kejadian yang akan datang. Al-Qur’an memberitakan kisah para nabi dan rasul terdahulu: Adam, Nuh, Ibrahim, Ya’kub, Yusuf, Musa, Isa, dll.—agar menjadi pelajaran bagi umat manusia. Allah Ta’alaberfirman,

Kamis, 06 Oktober 2016

Anak itu Butuh Alasan dan Penjelasan


Oleh : Miarti

Pembaca setia. Ada beberapa fitrah anak yang wajib untuk kita pahami dan renungi. 
  • Anak itu memiliki rasa ingn tahu yang tinggi, maka sangat wajar jika mereka banyak mengkritisi.
  • Bagian dari fitrah anak adalah selalu bertanya, maka sangat wajar jika mereka butuh banyak jawaban.
  • Anak itu berada pada sebuah masa dimana hal-hal konkrit harus serba tervisualisasi. Maka sangat wajar jika mereka banyak menuntut hal-hal yang logis.

Minggu, 02 Oktober 2016

Ri’ayah Jamahiriyah




Ketekunan kita dalam membangun aspek nukhbawiyah (kaderisasi), harus dibarengi dengan ketekunan kita dalam membangun jamahiriyah (kemasyarakatan). Ada tiga unsur yang harus kita perhatikan;

Pertama, sudah sejauh mana kita terlibat dalam ri’ayah mashalih ijtima’iyah (memelihara kepentingan publik). Kemudian yang kedua, sejauh mana kita terlibat dalam siyaghatu al-bina al-ijtima’i (membentuk bangunan sosial), yaitu upaya memperbaiki yang porak poranda. 

Sabtu, 10 September 2016

Pemuda dan Kejayaan Islam


Syahdan, siapa yang tak kenal Muhammad al-Fatih. Lelaki yang mampu menaklukkan Konstantinopel di usianya yang sangat muda. 21 tahun.

Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [HR. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335]

Ia mampu menaklukkan sebuah kerajaan Romawi Timur yang telah berkuasa 11 abad lamanya. Dengan kekuatan iman, lelaki yang tidak pernah meninggalkan Shalat fardhu, Shalat Sunat Rawatib dan Shalat Tahajjud sejak baligh dan menguasai 7 bahasa ini berhasil menghilangkan kedzaliman dengan mewarnai peradaban baru islam.

Selasa, 06 September 2016

Alergi Islam


Assalaamu’alaikum wr. wb.
Ada sebuah gejala sakit menahun yang menjangkiti Indonesia, negeri besar nan dipuja sebagai Zamrud Katulistiwa yang mayoritas warga negaranya beragama Islam ini. 

Sebutlah penyakit itu: alergi Islam! Manakala nama Islam disebut, kambuhlah alergi itu, dan mereka yang membawa penyakit ini dalam tubuhnya segera bersikap skeptis, mencibir, dan kemudian mencemooh. Penyakit ini sangat menular!

Dahulu, Prof. Rasjidi (Menteri Agama RI yang pertama) pernah mendapatkan sebuah pertanyaan yang telah menjebak banyak orang pada jamannya. Pertanyaan itu kurang lebihnya begini: mengapa negara-negara Islam miskin, sedangkan negara-negara Kristen itu kaya raya?

Mereka yang paham ilmu statistika dasar mestilah segera mempertanyakan ruang sampel yang dipergunakan. Sebab, jika ruang sampel untuk ‘negara-negara Islam’ itu adalah Bangladesh dan Somalia, maka wajar jika muncul kesimpulan (meski prematur) bahwa negara-negara Islam itu miskin.

Demikian juga jika ruang sampel untuk ‘negara-negara Kristen’ itu adalah Inggris, Amerika atau Kanada, maka memang bisa muncul kesimpulan bahwa negara-negara Kristen itu kaya. Tapi jika ruang sampelnya adalah Brunei Darussalam dan Saudi Arabia untuk negara-negara Islam atau Yunani dan Papua Nugini untuk negara-negara Kristen, maka kita pun bisa membuat kesimpulan sebaliknya.

Beberapa dekade sejak jamannya Prof. Rasjidi, pertanyaan itu menjelma ke dalam bentuk lain: mengapa di Indonesia koruptornya kebanyakan Muslim? Ini pun masalah statistik yang tidak berat-berat amat, namun toh mampu juga mempengaruhi alam pikiran sebagian orang yang terlampau naif.

Sebuah ilustrasi mungkin dibutuhkan di sini. Bayangkanlah Anda memiliki semangkuk kelereng berjumlah -- katakanlah -- 100 buah. Dari 100 buah kelereng itu, 85 di antaranya berwarna putih. Silakan aduk-aduk isinya, kemudian ambillah sembarang kelereng dengan mata tertutup. Warna apa yang Anda perolah?

Tentu saja hanya Tuhan yang tahu kelereng warna apa yang akan Anda peroleh. Tapi menurut statistik, sangat besar kemungkinan Anda akan memperoleh kelereng berwarna putih. Tepatnya, prosentase kemungkinan didapatkannya kelereng putih itu adalah 85%.

Karena perbandingan antara kelereng putih dan bukan putih cukup jauh (85:15), maka kelereng putih praktis mendominasi dalam setiap prediksi. 

Jika Anda tumpahkan mangkuk kelereng tadi, maka kemungkinan besar kelereng yang paling jauh menggelinding berwarna putih. Jika isi mangkuk itu Anda lempar ke atas, maka kemungkinan besar kelereng yang akan membuat benjol kepala Anda adalah kelereng putih.

Anggaplah Anda malas membereskan kelereng yang sudah Anda tumpahkan itu. Jika kemudian ada yang terpeleset karena tak sengaja menginjak sebuah kelereng, maka yakinlah bahwa tersangka utamanya itu berwarna putih!

Surat kabar di Amerika, pada tahun 1945, mengidentikkan 'Indonesia' dengan umat Muslim. Karena itu, yang berjihad di Surabaya mereka sebut sebagai 'moslem fanatics' (muslim fanatik). Karena mayoritas mutlak, wajar jika Indonesia diidentikkan dengan Islam. Yang tidak wajar adalah yang mencoba memisahkan Indonesia dengan umat Muslim.

Oleh karena itu, memandang buruk umat Muslim Indonesia hanya karena koruptor di negeri ini kebanyakan Muslim juga adalah sebuah tindakan yang tidak adil, karena sama sekali tidak menggambarkan realita secara utuh. 

Karena Muslim memang mayoritas mutlak di Indonesia, maka sangatlah masuk akal jika kebanyakan koruptor, pencuri, pembunuh dan pemerkosa di sini adalah Muslim. Tapi sebaliknya, jika ada aksi penggalangan dana untuk korban musibah, kemungkinan besar penggeraknya juga Muslim. 

Jika ada remaja yang menolong seorang nenek menyeberang jalan, sangat mungkin ia adalah remaja Muslim. Dan jika suatu hari Anda mengalami kecelakaan di jalan raya, jangan terlalu terkejut jika yang segera datang menolong Anda -- baik pengguna jalan lain, polisi atau paramedis -- ternyata adalah seorang Muslim.

Ada lagi bentuk gagal paham statistik yang lain. Ada yang bertanya, mengapa di Indonesia pengajaran agama digelar dari pagi sampai sore, mulai dari sekolah sampai ke Masjid-masjid dan seluruh saluran televisi, namun masih muncul saja kasus-kasus yang memilukan bagi kemanusiaan ? Apakah dengan demikian dapat disimpulkan bahwa agama telah gagal membimbing manusia ke jalan yang benar?

Tentu saja masih ada hal yang mesti dijawab sebelum kita menghubungkan kedua hal tersebut. Apakah para pelaku kejahatan tersebut adalah mereka yang belajar agama dari pagi sampai sore? Tentu tidaklah bijak ‘menghukum’ suatu kelompok atas tindakan kelompok yang lain.

Jika di antara mereka yang belajar agama dari pagi sampai sore itu muncul 1-2 bajingan, tidak bisa pula simpulkan bahwa pendidikan agama telah gagal, sebab kesimpulan gegabah semacam itu tidak dibenarkan oleh ilmu statistika.

Di samping itu, masih ada pertanyaan lainnya seperti: bagaimana kualitas pendidikan agamanya? Meskipun digelar dari pagi sampai sore, jika pendidikannya salah arah, maka wajar jika hasilnya jauh dari harapan.

Masih ada bentuk pertanyaan yang mirip-mirip, namun kesalahannya seputar wawasan atau logika, bukan statistika. Kelompok gagal paham yang ini mempertanyakan mengapa Indonesia yang penduduknya mayoritas Muslim masih saja dirundung masalah di segala lini.

Mungkin mereka lupa bahwa sejak diproklamasikannya Indonesia sampai detik ini, kaum sekuler terus mem-bully siapa saja yang membawa-bawa agama (terutama Islam) ke dalam ranah politik.

Lebih ironis lagi jika mereka mencari-cari siapa gerangan yang melarang-larang penerapan Islam di ranah politik, sebab kemungkinan besar mereka akan menemukan nama dan wajah mereka sendiri atau pendahulunya.

Belakangan ini muncul jenis alergi yang lain lagi, yang disinyalir merupakan akibat dari terjangkit virus hasil mutasi dari virus-virus yang sebelumnya. 

Mereka sangat alergi kepada Islam dan Muslim, meski sebagian di antara mereka selalu mencantumkan “Islam” setiap kali menemukan kolom agama yang harus diisi. Begitu parahnya penyakit mereka, sehingga setiap kali umat Muslim mewacanakan sesuatu akan dianggapnya sebagai ‘anti toleransi’, ‘tirani mayoritas’, atau apalah.

Jika ada yang khawatir dengan bahaya minuman keras (miras), dan kemudian mengusulkan agar miras dilarang saja, segeralah orang berteriak-teriak. Keragaman terancam! Ini bukan negara agama! Jangan membuat aturan hanya berdasarkan Islam saja!

Padahal, miras membunuh siapa saja, baik yang Muslim maupun yang tidak, yang beragama maupun yang tidak, bahkan miras juga membunuh baik yang meminumnya maupun yang kebetulan sedang tidak beruntung karena berada di sekitar para pemabuk.

Ketika aturan-aturan ini dibakukan menjadi sebuah peraturan daerah, muncullah labelisasi ‘Perda Syari’at’. Luar biasanya, begitu banyak yang takut akan syari’at, seolah-olah syari’at Islam itu identik dengan memenggal kepala, dan seolah-olah mereka yang paranoid ini merasa akan dipenggal semua.

Paranoia terhadap segala hal yang datangnya dari umat Muslim ini tentu sangat mengherankan. Sebab, sekali lagi, Islam adalah agama mayoritas di negeri ini. Sudah barang tentu, Islam memberikan pengaruh pada cara berpikir umat Muslim.

Berdasarkan statistik pula, karena mayoritas mutlak, maka sangat wajar jika berbagai wacana di negeri ini dipelopori oleh umat Muslim.

Apakah semua wacana itu akan terus diperlakukan secara diskriminatif hanya karena ia merupakan buah pemikiran umat Muslim? Ataukah umat Muslim diwajibkan untuk tutup mulut dan menerima saja apa pun yang diperbuat orang terhadap negeri ini?

Jika Anda penasaran bagaimana caranya membangkitkan kebencian terhadap Islam di tengah-tengah masyarakat Barat (terutama AS), maka buku "Islamophobia" karya Nathan Lean ini wajib dibaca. Versi bahasa Indonesia bisa Anda pesan melalui SMS/WA ke 0896-227-45-222.

Kebencian terhadap Islam sudah jauh meninggalkan logika. Kurang lebih sama blundernya dengan berteriak-teriak menyatakan kebencian terhadap orang Minang di tengah keramaian di depan Jam Gadang, atau mengumandangkan kebencian rasis terhadap orang berkulit hitam di tengah-tengah pertandingan NBA. 

Apa kebaikan yang bisa didapatkan dari kebencian semacam ini? Mengapa negeri ini harus terus diprovokasi untuk ribut? Tidak bisakah kita berdialog dengan akal sehat?

Dahulu, orang-orang sekuler mengklaim bahwa sekularisme dapat menempatkan semua agama pada tempat yang terhormat. Pada kenyataannya kini, Islam direndahkan sedemikian rupa, sehingga seolah-olah setiap hal yang datang dari ajaran Islam adalah sesuatu yang merugikan bangsa. 

Jika benar demikian adanya, tentu Indonesia sudah hancur sejak lama. Sebab, sekali lagi, Islam adalah agama yang dianut oleh mayoritas negeri ini.

Jika ada orang yang bilang warga Indonesia ramah-ramah, atau memuji toleransi masyarakatnya, atau pilihlah satu hal yang Anda sukai dari Indonesia, maka yakinlah bahwa kemungkinan besar ada andil umat Muslim dalam kebaikan itu.

Jika Anda mencintai Indonesia, maka ketahuilah bahwa yang paling banyak berkorban dan menumpahkan darahnya untuk negeri ini adalah umat Muslim. Membenci Islam tidak ada bedanya dengan membenci Indonesia.

Ini cuma masalah statistik!
wassalaamu’alaikum wr. wb.

Kamis, 01 September 2016

Adab Adab Sebelum Shalat 'Ied




1. Mandi & Bersiwak Sebelum Shalat ‘Ied.
Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh Ibnu Umar. Nafi’ menceritakan :
“ Dahulu, pada ‘Idul Fithri, Ibnu Umar Radliyallahu ‘anhuma mandi sebelum berangkat ke tanah lapang.”
(HR. Malik dalam Al Muwaththa’, 1/177). Ibnul Qayyim mengatakan, riwayat yang shahih. (Zaadul Ma’ad fii Hadyi Khoiril ‘Ibad 1/425). Pun demikian yang dijelaskan oleh Ibnu Qudamah dalam Al Mughni : (3/256).

Selasa, 30 Agustus 2016

Rasa Sakit (Nyeri) Pada Kulit


'Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.'' (QS. An-Nisa: 56)
Bagi sebagian besar umat Islam, ayat di atas terdengar seperti ayat-ayat serupa dalam Alquran yang menjelaskan pedihnya siksa neraka bagi orang-orang yang tidak beriman. Namun tidak demikian bagi Tagatat Tejasen, seorang ilmuwan Thailand di bidang anatomi. Baginya, ayat itu adalah sebuah keajaiban.

Senin, 25 Juli 2016

Panduan Ringkas Silaturahim, Halal Bi Halal, Dan Ziarah






I. Silaturahim

Silaturahim adalah upaya seorang muslim untuk menyambung tali kerabat dengan cara memberikan kebaikan kepada kerabat dan menolak keburukannya dengan segala potensi yang dimilikinya seperti, berkunjung ke rumahnya, menolong kesulitannya, membantu dengan harta dan tenaga, mendoakan, menolak keburukan padanya dll. 

Hal ini dilakukan dengan syarat bahwa saudaranya seorang muslim yang istiqamah. Adapun jika saudaranya seorang kafir atau fasik maka silaturahim yang dilakukan dengan cara memberi nasihat agar kembali kepada kebenaran dan mendoakannya agar mendapat hidayah.

Selasa, 03 Mei 2016

Runtuhnya Keangkuhan


Kesombongan adalah petaka. Begitu banyak manusia tergelincir ke jurang kesesatan karena keangkuhan yang bercokol dalam dada.

Pada zaman diutusnya para Nabi dan Rasul, kita mengenal orang orang yang sombong dan takabur seperti Namrudz (Jaman Nabi Ibrahim as ), Fir'aun dan Qanun ( Jaman Nabi Musa dan Nabi Harun as ) serta Abu Jahal dan Abu Lahab ( Jaman Nabi Muhammad SAW ).

Setelah itu, bermunculan di panggung sejarah para penguasa yang sombong dan kejam, yang kehidupannya berlumur dosa dan darah. 

Diantaranya adalah Kaisar Nero (Romawi), para Kisra (Persia), Jenghis Khan dan generasi Dinasti ( Cina ), para Tsar dan Tsarina ( Rusia ), Mustafa Kemal Pasha ( Turki ), Adolf Hitler ( Jerman ) dan Bennito Mussolini ( Italia ).

Minggu, 01 Mei 2016

Sejarah Dakwah Sejarah Pengorbanan



Saudaraku, pernahkah Anda merenungkan tentang nikmat iman yang kini Anda rasakan ? Pernahkah Anda mencoba menghitung, berapa puluh, berapa ratus, berapa ribu, bahkan berapa juta orang yang telah berjasa menyampaikan hidayah Islam kepada Anda ?
Berapakah jumlah para da’i, mubaligh, ulama, syuhada di sepanjang sejarah yang telah berkontribusi dalam menyampaikan nilai-nilai Islam ke dalam hati dan pikiran Anda ?

Kamis, 07 April 2016

K e t e n a n g a n


Kalaulah jalannya begitu panjang, 
tak akan ada yang mampu menempuhnya 
kecuali bagi orang yang berani. 
Bagi mereka jauhnya perjalanan bukanlah masalah 
selagi keberanian masih terus terhujam dalam hatinya. 


Seperti ungkapan bung Anis Matta, keberanian adalah semangat ekspansi bagi para pejuang. 
Jika keberanian adalah denyut nadi perjuangan maka kesabaran adalah nafasnya. Karena kesabaran merupakan faktor penentu seberapa lama pejuang itu mampu bertahan dalam perjuangannya. 

Kamis, 24 Maret 2016

Konsep Akumulasi dan Penggandaan Waktu



Oleh: Ust M.Anis Matta

Setiap kali ada pergantian tahun seperti sekarang, saya selalu membangunkan kembali kesadaran saya tentang waktu dan cara merasakannya. Cara setiap orang merasakan waktu berbeda karena “satuan waktu” yang mereka gunakan juga berbeda. Itu lahir dari falsafah hidup yang juga berbeda. Jika kita memaknai hidup sebagai pertanggungjawaban, maka waktu adalah masa kerja. Waktu adalah kehidupan itu sendiri.

Orang-orang beriman membagi waktu – seperti juga hidup – ke dalam waktu dunia dan waktu akhirat. Itu 2 sistem waktu yang sama sekali berbeda. Waktu dunia adalah waktu kerja. Waktu akhirat adalah waktu pertanggungjawaban dan pembalasan atas nilai waktu kerja di dunia. 

Waktu kerja di dunia mengharuskan kita memaknai setiap satuan waktu sebagai satuan kerja. 1 unit waktu harus sama dengan 1 unit amal. Persamaan itu, 1 unit waktu sama dengan 1 unit kerja, membuat hidup kita jadi padat sepadat-padatnya, nilai waktu terletak pd isinya, kerja!