Sabtu, 23 Mei 2020

Hikmah Di Balik Wabah

Wabah

Pandemik virus Corona (Covid-19) hingga hari ini masih menggemparkan publik dunia. Jumlah korban tiap hari terus bertambah. Dunia dicekam kecemasan. Takut dengan kecepatan penyebarannya yang tidak terduga. Apalagi hingga saat ini belum ada obat dan vaksin untuk mengatasi virus tersebut.

Otoritas Cina mengatakan bahwa virus yang menyebar dengan cepat ini pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina pada akhir Desember 2019. Kuat dugaan virus Corona (Covid-19) berasal dari hewan liar yang dijual bebas di Huanan Seafood Market di pusat Kota Wuhan. 

Contoh Khutbah Idul Fitri 1441 H singkat untuk keluarga di rumah


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Allohu Akbar... Allohu Akbar... Allohu Akbar laa ilaaha illallohu Allohu Akbar. Allohu Akbar wa lillaahilhamd. 

Alhamdulillahi rabbil alamaiin

Asyhadu alla Ilaha illallah
Wa asyhadu Anna muhammadar Rasulullah

Allohumma sholli ala Muhammad wa ala aali Muhammad

Ittaqullaaha haqqa tu qaatihi walaa tamuutunna illa waantum Muslimuun.

Amma ba'du.

Jumat, 14 Februari 2020

Menyampaikan kebenaran hukumnya adalah wajib.



Setiap pribadi muslim yang telah baligh dan berakal, laki-laki dan perempuan memiliki kewajiban untuk menyampaikan kebenaran. Setiap individu dari umat Islam dianggap sebagai penyambung tugas Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam untuk menyampaikan dakwah.

Berdakwah adalah tugas mulia dalam pandangan Allah Subhanahu Wata’ala, sehingga dengan dakwah tersebut Allah menyematkan predikat khoiru ummah (sebaik-baik umat) kepada umat Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam.

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّـهِ … ﴿١١٠﴾

“Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” Sumber: Al Qur'an Surat Ali Imron, ayat 110.

Di dalam ayat ini terkandung dua hal; pertama, mulianya umat Islam adalah dengan dakwah. Kedua, tegak dan eksisnya umat Islam adalah dengan menjalankan konsep amar ma’ruf nahi munkar.

Apapun profesi dan pekerjaan seorang muslim, tugas dakwah tidak boleh dia tinggalkan. Setiap muslim berkewajiban untuk menyampaikan dakwah sesuai dengan kapasitas dan kemampuan yang dimiliki. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa dakwah adalah jalan hidup seorang mukmin yang senantiasa mewarnai setiap perilaku dan aktifitasnya.

Jumat, 07 Februari 2020

Nilai Manusia Terletak pada Hatinya

URUSAN hati adalah hal penting yang selalu diperhatikan oleh Alquran. 
Bahkan nilai manusia terletak pada hatinya. 
Kali ini kita akan menyimak 8 hati yang sehat menurut Alquran. 

Apa saja 8 hati itu?

1. *Hati yang tunduk.* Yaitu hati yang tunduk, tenang dan yakin dengan keputusan Allah Ta'ala. Dan tunduk hati mereka kepadanya (Alquran). (QS.al-Hajj:54)

2. *Hati yang selamat.* Yaitu hati yang ikhlas karena Allah Ta'ala. Dan bersih dari kekufuran, kemunafikan dan kehinaan. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. (QS.ash-Shuara:89)

3. *Hati yang kembali.* Yaitu hati yang selalu kembali dan bertobat kepada Allah. Kemudian bertekad untuk selalu taat kepada-Nya. Yaitu orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak terlihat (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertobat. (QS.Qaf:33)

4. *Hati yang takut*. Yaitu hati yang takut amalnya tidak diterima oleh Allah dan dia selalu khawatir tidak selamat dari azab-Nya. Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka. (QS.al-Mukminun:60)

5. *Hati yang bertakwa.* Yaitu hati yang men-agungkan syiar-syiar Allah. Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati. (QS.al-Hajj:32)

6. *Hati yang mendapat hidayah*. Yaitu hati yang rela dan pasrah dengan ketentuan Allah Ta'ala. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. (QS.at-Taghabun:11)

7. *Hati yang tenang.* Yaitu hati yang tentram dengan meng-Esakan Allah dan selalu mengingat-Nya. Dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. (QS.ar-Rad:28)

8. *Hati yang hidup*. Yaitu hati yang mau merenungkan apa yang terjadi pada umat-umat terdahulu yang melawan perintah Allah Ta'ala. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai akal. (QS.Qaf:37)

Inilah 8 tipe hati yang sehat dalam Alquran. 

*Semoga hati kita termasuk dalam salah satu kriteria di atas.*

Selamat beraktifitas dan berinovasi dlm Pendidikan.Semoga kita sehat selalu dan tetap bersyukur.Aamiin🤲🏻

Senin, 27 Januari 2020

BERLINDUNGLAH DARI WABAH PENYAKIT YANG SEDANG MELANDA

﷽✒ *Ma'ruf Abu Yahya*

Syeikh Ibrohim Nur Saif, Imam di salah satu masjid tempat tinggal saya , di distrik Seih ( kampungnya syekh Muhammad Amin As Syinqithy rohimahullah dahulu waktu beliau tinggal di Madinah An- Nabawiyyah ), subuh pagi ini tidak seperti biasanya, setelah sholat subuh tiba-tiba beliau segera memberikan peringatan kepada para jama'ah terhadap wabah penyakit virus Corona yang sedang melanda negeri tirai bambu, maka beliau menganjurkan untuk banyak membaca doa yang diajarkan Nabi 'alahis sholaatu was salaam yang diriwayatkan Abu Daud dari sahabat Anas Bin Malik rodhiyyallahu 'anhu :

*اللهم إني أعوذ بك من البرص والجنون والجذام وسيئ الأسقام*

*Allahumma inni a'uudzu bika minal barosh wal junuun wal judzaam wa sayyiil asqoom*

*" Ya Allah aku berlindung kepada Mu dari penyakit belang, penyakit gila, penyakit kusta dan penyakit-penyakit buruk ".* 

Wabah penyakit yang sedang mewabah di sebagian tempat di belahan bumi ini, itu termasuk sayyiul asqoom/penyakit-penyakit buruk kata beliau .


*📢 Published by;* 
_WhatsApp Grup_ *HÍJRAH*

    💦                   
🌾Suburkan *SEDEKAH*, musnahkan *RIBA*.
Semangat Hijrah menuju lebih baik. Bersama *Allah Semuanya Pasti Bisa.*✊🏻
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Minggu, 26 Januari 2020

FIR'AUN DAN ABRAHAH

China mengunci puluhan kota, transportasi dihentikan, bandara ditutup.
Ribuan orang antre di rumah sakit berharap mendapatkan obat. Sementara video yang beredar, orang-orang berjatuhan di jalanan, yang oleh media Barat wilayah itu bak 'kota zombie'.

Penyebabnya hanya satu Virus, yang  bentuknya hanya bisa ditilik menggunakan mikroskop elektron yang lebih canggih daripada mikroskop cahaya, Saking kecilnya.
Tapi bayangkan, virus bisa meneror negara besar yang kini seolah bertekuk lutut di muka dunia.

Wabah virus dan kedigdayaan China ini,  mengingatkan kita tentang sejarah Kaum *Fir'aun* sang pembangkang, dan *Abrahah* Sang Pasukan Bergajah.

Kurang membangkang apa lagi Kaum Fir'aun kepada Nabi Musa. Mereka yang di akhir ocehannya mengatakan, "Bukti apapun yang kau bawa untuk menyihir kami, kami tidak akan pernah beriman kepadamu." (QS: Al-A'raf : 132)

Kaum ini mendapat serangan hanya dari belalang dan kutu (QS Al-A'raf : 133),

setelah sebelumnya memohon pertolongan dari adzab angin topan kepada Nabi Musa, lalu membangkang lagi.
Mereka akhirnya meminta doa Nabi Musa kembali, lalu membangkang yang kesekian kali, hingga akhirnya binasa oleh gulungan ombak laut merah. (Tafsir At-Thabari 13/64)

 *Pasukan Abrahah* tidak kalah tragis. Mereka sengaja membariskan gajah sebagai simbol kekuatan. Tapi sebelum menginjak ka'bah sebagai sasarannya, mereka lumat hanya oleh pasukan burung. (QS. Al-Fiil : 1-5)

Belalang, kutu, burung, hewan-hewan  adalah peringatan dari Allah untuk kaum berikutnya,
Yang dipakai di dalam Al-Qur'an memang nama belalang, kutu, dan burung. Tapi setelah manusia memukan virus, Allah Maha Berkuasa untuk memakai makhluk-Nya yang lebih kecil sebagai gambaran betapa hebatnya dan kuatnya adzab Allah, sementara sekaligus menunjukkan betapa lemahnya manusia.

Sekarang, di depan mata dipertonkan pada kita semua, China –yang raksasa Asia paling ditakuti—itu galau hanya karena sebuah hewan kecil ciptaan Allah. Mungkin ini pelajaran bagi manusia, bahwa kita perlu bukti bahkan makhluk kecilpun menjadikan kita percaya bahwa adzab itu ada. Jadi tak ada lagi alasan meremehkan Allah dan merasa aman dari bala tentara-Nya.*

 _Mahasiswa Al Azhar, Mesir_

Minggu, 12 Januari 2020

Enam Penawar Sakit Hati Terbaik Yang Diajarkan Rasulullah



Hampir setiap orang tentu pernah mengalami sakit hati dalam hidupnya. Baik dalam keluarga, bersahabat, maupun bermasyarakat. Sebagaimana sifat sedih dan gembira, rasa  ini adalah suatu kewajaran dalam hidup manusia.

Apalagi,  manusia adalah mahluk yang bersosial, yang dalam setiap interaksinya tidak lepas dari kekhilafan. Sebab-sebab datangnya perasaan ini pun bermacam-macam. Dari masalah yang simple hingga masalah besar, dapat menjadi penyebabnya.

Misalnya bermula dari perbezaan pendapat, adanya konflik atau ketidakserasian, sehingga iri hati dan dengki. Bila perasaan ini dibiarkan terlalu lama membengkak dalam hati, maka akan tidak sihatlah hati itu. Pemiliknya pun akan stress dan tidak akan ceria.

Lebih parah lagi, perkara ini dapat menjauhkan manusia dari RabbNya. Na'udzubillaahi mindzaalik. Bagaimana menangani rasa sakit hati, agar tidak menjemput dosa kepada kita sendiri ?

Antara petuah-petuah yang diajarkan oleh Rasulullah untuk dijadikan penawar sakit hati adalah :