Selasa, 27 Agustus 2019

Perbedaan Yang Sangat Mencolok Antara Mukmin dan Munafik !



Allah swt menjelaskan secara rinci perbedaan yang sangat mencolok antara orang-orang mukmin dengan orang-orang munafik.

Dalam menyifati orang-orang mukmin, Allah swt berfirman :
وَٱلۡمُؤۡمِنُونَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتُ بَعۡضُهُمۡ أَوۡلِيَآءُ بَعۡضٖۚ يَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَيَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤۡتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَيُطِيعُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓۚ أُوْلَٰٓئِكَ سَيَرۡحَمُهُمُ ٱللَّهُۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيم
“Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan shalat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.” (QS.At-Taubah:71)

Meraih Kehidupan Mulia Ala Robithoh



Oleh : KH Abdul Aziz Abdur Rauf, Lc., Al Hafidz

Siapapun yang ingin mengukir kehidupannya mulia dan berkualitas tinggi lakukanlah amal jama'i yang didasari 4 misi besar ini:
1. Mencintai Allah (محبة الله )
2. Mentaati Allah ( طاعة الله )
3. Berdakwah di jalan Allah ( دعوة الى الله )
4. Memenangkan agama Allah ( نصرة شريعة الله)
Empat misi besar di atas tidak akan hidup dan berkembang, kecuali jika di maintenance dengan usaha-usaha nyata berikut yang harus menghiasi setiap rapat-rapat pekerja dakwah di lapangan.

Selasa, 20 Agustus 2019

Taushiyah Imam Shamsi Ali: Marriage is a Life Journey




Imam Shamsi Ali

NEW YORK l duta.co – Salah satu kenikmatan hidup yang Allah siapkan bagi hamba-hambaNya adalah pernikahan. Pernikahan adalah sebuah peristiwa penting dalam hidup manusia. Bahkan tidak mengherankan jika aturan yang paling detail dalam agama ini adalah urusan rumah tangga.

Betapa tidak. Dari awal proses mencari calon pasangan hidup, hingga pernikahan itu sendiri. Dari urusan paling privat (hubungan suami isteri), hingga ke pendidikan anak. Dari bagaimana menumbuh suburkan tali ikatan keluarga, hingga (Semoga tidak terjadi) ketika harus terjadi perceraian. Dari ketika anak lahir, hingga ketika ada yang meninggal dunia dengan urusan warisan. Semuanya diatur secara jelas dan detail oleh agama ini.

Kamis, 08 Agustus 2019

Dzikir Sore – Al Ma’tsurat Kubro





المَأْثُوْرَاتُ الْكُبْرَى

اَعُوذُ بِاللهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ


A’udzubillaahis samii’il ‘aliimi minassyaithoonirrojiim

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ * الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ * الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ * مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ * إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ * اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ * صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Bismillahirrohmaanirrohiim – Al hamdulillaahirobbil ‘aalamiin – Ar rohmaanir rohiim – Maaliki yaumid diin – Iyya ka na’budu wa iyya ka nasta ‘iin -Iihdinash shiroothol mustaqiim – Shirootol ladzina an’amta ‘alaihim ghoiril magh dhuu bi ‘alaihim wa ladh dhool liin
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang (1) Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. (2) Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (3) Yang menguasai di Hari Pembalasan. (4) Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. (5) Tunjukilah kami jalan yang lurus, (6) (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. (7) (QS. Al-Fatihah : 1 – 7).

Bacaan Lengkap Doa Tahlil dan Doa Arwah



Bacaan doa tahlil dan doa arwah biasa dibaca setelah membaca Yasin dan tahlil pada malam Jumat. 

Doa tahlil atau doa arwah ini berisi permohonan agar Allah menerima semua bacaan Al-Qur’an dan zikir tahlil sebagai tambahan amal kebaikan bagi arwah yang didoakan. Doa ini jug terdiri atas permohonan ampunan dan rahmat-Nya untuk arwah ahli kubur yang didoakan.


اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنْ الرَّحِيْمِ. الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ حَمْدَ النَّاعِمِيْنَ حَمْدًا يُّوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِىءُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ. سُبْحَانَكَ لَا نُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ، فَلَكَ الحَمْدُ قَبْلَ الرِّضَى وَلَكَ الحَمْدُ بَعْدَ الرِّضَى وَلَكَ الحَمْدُ إِذَا رَضِيْتَ عَنَّا دَائِمًا أَبَدًا.

Artinya, “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang dilontar. Dengan nama Allah yang maha pengasih, lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam sebagai pujian orang yang bersyukur, pujian orang yang memperoleh nikmat sama memuji, pujian yang memadai nikmat-Nya, dan pujian yang memungkinkan tambahannya. Tuhan kami, hanya bagi-Mu segala puji sebagaimana pujian yang layak bagi kemuliaan dan keagungan kekuasaan-Mu.”

Rabu, 24 Juli 2019

Kenali Tiga Sumber Kesalahan Manusia



Setiap kesalahan pasti ada asalnya dan setiap pelanggaran pasti ada sumbernya. Apabila kita menengok pada ayat-ayat Al-Qur’an, setidaknya kita akan menemukan tiga sumber kesalahan manusia.

1. Melakukan Sesuatu Atas Dasar Keraguan.
Seringkali manusia melangkah atas dasar keraguan. Belum memiliki informasi yang pasti, ia sudah berani menuduh orang. Belum mendapatkan data yang valid, ia sudah berani mengambil keputusan.
Andaikan manusia selalu melangkah berdasarkan keyakinan, maka ia tidak akan terjerumus dalam kesalahan. Bahkan Al-Qur’an seringkali mengingatkan dalam ayat-ayat sucinya seperti ketika berkhitob kepada Nabi Muhammad saw.

Sabtu, 13 Juli 2019

Dampak Buruk Ujub (Riya)



Bismillaahirrohmaanirrohiim 
Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh,

Ujub mengakibatkan dampak buruk yang banyak, diantaranya :

1. Orang Yang Ujub Akan Membuahkan Kesombongan.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengancam orang yang sombong tidak akan masuk Jannah. Sombong itu menolak kebenaran dan meremehkan manusia...
2. Orang Yang Ujub Tidak Merasa Bersalah/Berdosa.
Orang yang tidak merasa berdosa tidak akan meminta ampun kepada Allah.
Bagaimana mungkin dia akan bertaubat dari dosa ujub sedangkan dirinya merasa tidak berdosa...?
Padahal setiap muslim butuh ampunan dan penerimaan taubat dari Allah...

3. Orang Yang Ujub Akan Selalu Merasa Dirinya Benar.

Ia bersikeras dengan keyakinannya meskipun dalam kesesatan...
Allah berfirman yang artinya,
"Katakanlah (Muhammad), apakah perlu Kami beritahukan kepada kalian, orang-orang yang paling merugi amal perbuatan mereka...? (Yaitu) orang-orang yang sesat usaha mereka dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik - baiknya..."
(Surat Al Kahfi 103-104)
Orang yang ujub tidak mau mendengar orang yang menasihatinya dan tidak suka kepada orang yang mengkritiknya. Ia juga enggan untuk bertanya kepada orang yang lebih berilmu darinya dalam masalah yang belum dipahaminya...
Orang yang ujub tidak suka bermusyawarah dan meminta pendapat orang lain. Bahkan ia enggan untuk shalat istikharah, ia bangga tidak suka shalat istikharah padahal Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengajarkan para sahabat radhiallahu anhum untuk shalat istikharah dalam setiap perkara...
Orang yang ujub senang tampil beda, suka berdebat untuk mencari pembenaran... 

4. Orang Yang Ujub Tidak Akan Bersyukur Kepada Allah.
Karena ia melupakan Allah sebagai Pemberi segala nikmat, karunia dan taufik. Kufur nikmat membuahkan adzab yang pedih dari Allah...

5. Orang Yang Ujub Merasa Berjasa Kepada Allah.

Ia akan meremehkan dosa, dan menganggap sudah banyak tabungan akhiratnya. Padahal tidak ada jaminan setiap amal kebaikan yang kita lakukan itu diterima Allah.
Meremehkan dosa merupakan tanda orang munafik. Meremehkan dosa akan menjerumuskan kepada dosa besar yang membinasakannya...

6. Orang Yang Ujub Mengungkit Kepada Manusia Kebaikannya.
Mengungkit kebaikan itu menghapuskan amal kebaikan...

7. Orang Yang Ujub Merasa Dirinya Orang Suci Dan Sempurna...
Ia merasa sebagai orang yang superior. Allah melarang kita mensucikan diri.
... فلا تزكوا أنفسكم... 
"...Janganlah kalian menganggap diri kalian suci..."(Surat An Najm 32)

Sadarilah akan segala kekurangan diri untuk terus kita perbaiki dalam rangka mensucikan jiwa. Hanya Allah saja yang berkuasa untuk mensucikan jiwa kita...
"Kalaulah bukan karena karunia Allah dan rahmatNya kepada kalian niscaya tidak ada seorang pun yang suci (bersih dari perbuatan keji dan mungkar) selama lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui..."
(Surat An Nuur 21)
اللهم آت نفسي تقواها وزكها انت خير من زكاها انت وليها ومولاها
"Ya Allah berilah kepada jiwaku ketakwaannya dan sucikanlah jiwaku, Engkau sebaik baik Yang mensucikan jiwa, Engkau Pelindung jiwa dan pemiliknya..."

Oleh : Fariq Gasim Anuz

Sumber : Pengajian Kalam Salam, Khrisna Satria Gunawan