Selasa, 30 Agustus 2016

Rasa Sakit (Nyeri) Pada Kulit


'Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.'' (QS. An-Nisa: 56)
Bagi sebagian besar umat Islam, ayat di atas terdengar seperti ayat-ayat serupa dalam Alquran yang menjelaskan pedihnya siksa neraka bagi orang-orang yang tidak beriman. Namun tidak demikian bagi Tagatat Tejasen, seorang ilmuwan Thailand di bidang anatomi. Baginya, ayat itu adalah sebuah keajaiban.

Senin, 25 Juli 2016

Panduan Ringkas Silaturahim, Halal Bi Halal, Dan Ziarah






I. Silaturahim

Silaturahim adalah upaya seorang muslim untuk menyambung tali kerabat dengan cara memberikan kebaikan kepada kerabat dan menolak keburukannya dengan segala potensi yang dimilikinya seperti, berkunjung ke rumahnya, menolong kesulitannya, membantu dengan harta dan tenaga, mendoakan, menolak keburukan padanya dll. 

Hal ini dilakukan dengan syarat bahwa saudaranya seorang muslim yang istiqamah. Adapun jika saudaranya seorang kafir atau fasik maka silaturahim yang dilakukan dengan cara memberi nasihat agar kembali kepada kebenaran dan mendoakannya agar mendapat hidayah.

Selasa, 03 Mei 2016

Runtuhnya Keangkuhan


Kesombongan adalah petaka. Begitu banyak manusia tergelincir ke jurang kesesatan karena keangkuhan yang bercokol dalam dada.

Pada zaman diutusnya para Nabi dan Rasul, kita mengenal orang orang yang sombong dan takabur seperti Namrudz (Jaman Nabi Ibrahim as ), Fir'aun dan Qanun ( Jaman Nabi Musa dan Nabi Harun as ) serta Abu Jahal dan Abu Lahab ( Jaman Nabi Muhammad SAW ).

Setelah itu, bermunculan di panggung sejarah para penguasa yang sombong dan kejam, yang kehidupannya berlumur dosa dan darah. 

Diantaranya adalah Kaisar Nero (Romawi), para Kisra (Persia), Jenghis Khan dan generasi Dinasti ( Cina ), para Tsar dan Tsarina ( Rusia ), Mustafa Kemal Pasha ( Turki ), Adolf Hitler ( Jerman ) dan Bennito Mussolini ( Italia ).

Minggu, 01 Mei 2016

Sejarah Dakwah Sejarah Pengorbanan



Saudaraku, pernahkah Anda merenungkan tentang nikmat iman yang kini Anda rasakan ? Pernahkah Anda mencoba menghitung, berapa puluh, berapa ratus, berapa ribu, bahkan berapa juta orang yang telah berjasa menyampaikan hidayah Islam kepada Anda ?
Berapakah jumlah para da’i, mubaligh, ulama, syuhada di sepanjang sejarah yang telah berkontribusi dalam menyampaikan nilai-nilai Islam ke dalam hati dan pikiran Anda ?

Kamis, 07 April 2016

K e t e n a n g a n


Kalaulah jalannya begitu panjang, 
tak akan ada yang mampu menempuhnya 
kecuali bagi orang yang berani. 
Bagi mereka jauhnya perjalanan bukanlah masalah 
selagi keberanian masih terus terhujam dalam hatinya. 


Seperti ungkapan bung Anis Matta, keberanian adalah semangat ekspansi bagi para pejuang. 
Jika keberanian adalah denyut nadi perjuangan maka kesabaran adalah nafasnya. Karena kesabaran merupakan faktor penentu seberapa lama pejuang itu mampu bertahan dalam perjuangannya. 

Kamis, 24 Maret 2016

Konsep Akumulasi dan Penggandaan Waktu



Oleh: Ust M.Anis Matta

Setiap kali ada pergantian tahun seperti sekarang, saya selalu membangunkan kembali kesadaran saya tentang waktu dan cara merasakannya. Cara setiap orang merasakan waktu berbeda karena “satuan waktu” yang mereka gunakan juga berbeda. Itu lahir dari falsafah hidup yang juga berbeda. Jika kita memaknai hidup sebagai pertanggungjawaban, maka waktu adalah masa kerja. Waktu adalah kehidupan itu sendiri.

Orang-orang beriman membagi waktu – seperti juga hidup – ke dalam waktu dunia dan waktu akhirat. Itu 2 sistem waktu yang sama sekali berbeda. Waktu dunia adalah waktu kerja. Waktu akhirat adalah waktu pertanggungjawaban dan pembalasan atas nilai waktu kerja di dunia. 

Waktu kerja di dunia mengharuskan kita memaknai setiap satuan waktu sebagai satuan kerja. 1 unit waktu harus sama dengan 1 unit amal. Persamaan itu, 1 unit waktu sama dengan 1 unit kerja, membuat hidup kita jadi padat sepadat-padatnya, nilai waktu terletak pd isinya, kerja!

Selasa, 08 September 2015

Berebut Balon


Pada suatu acara seminar yang dihadiri oleh sekitar 50 peserta. 
Tiba2 sang Motivator berhenti berkata-kata dan mulai memberikan balon kepada masing masing peserta. 
Dan kepada mereka masing masing diminta untuk menulis namanya di balon balon tersebut dengan menggunakan spidol. 
Kemudian semua balon dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam ruangan lain. 
Sekarang semua peserta disuruh masuk ke ruangan itu dan diminta untuk menemukan balon yang telah tertulis nama mereka, dan diberi waktu hanya 5 menit Semua orang panik mencari nama mereka, bertabrakan satu sama lain, mendorong dan berebut dengan orang lain disekitarnya sehingga terjadi kekacauan.